Kamis, 03 Juli 2014

#SehariBercerita Tervonis Bijaksana

Tuhan mengirimkan beberapa orang pada kita dengan masing-masing nama yang mengusung cerita berbeda, untuk apa selalu mengingat yang lama dan terlalu berharap siapa nanti yang akan tiba? atau memberikan semua rasa pada seseorang yang sekarang ada?

Beda itu biasa, bukan masalah membuat beda menjadi sama karena tak selamanya hati dan pemikiran bisa diseragamkan, dalam hal ini ego lah yang harus diturunkan.

Menghapus orang lama untuk menghadirkan orang baru terkadang tidaklah mudah, karena terbatasnya pilihan, tapi jika sudah datang seseorang baru yang mampu membuat nyaman, itu bukan lagi pilihan tapi keputusan.

Ketika hati sudah menetapkan pilihan maka konsisten pada pilihan adalah tanggung jawab yang utama, masalah nanti menemui kekurangan yang tak sempat disangka sebelumnya tak harus membuat berubah pikiran untuk segera mengganti pilihan, kalau seperti itu berarti tinjau kembali isi hati, tidakkah hati terlalu banyak menuntut?

Dan lagi.. tak selamanya konsisten itu bertahan dalam pilihan yang sama, hanya hati dan pikiran yang dituntut untuk bersinergi, terus melanjutkan atau mengakhiri.

Ada quote yang mengatakan
" love can make a strong man become a weak and a weak man become strong "
Mungkin terkadang benar adanya

Salut untuk dia yang tervonis bijaksana, mampu menurunkan ego bahkan prinsipmu pun mau kau maklumi, bukan berarti prinsipmu terbeli, tapi ada alasan bahwa prinsipmu terbuka layaknya sebuah teori.

Dalam sebuah hubungan tak mungkin bisa dihilangkan yang namanya tuntutan, menuntut untuk dimengerti, dipahami, diperhatikan dan sederet kata pasif lainnya, sebaiknya diganti dengan tuntutan untuk mengerti, memahami, memerhatikan dan sederet kata aktif lainnya jika ingin tetap bertahan pada pilihan yang sama.
Kesalahan itu bisa dengan mudah terlihat karena kebaikan yang banyak dan dilakukan terus menerus, dalam hal ini adalah orang baik rentan dengan predikat mudah disalahkan, bahkan dalam tiap harinya dia mau berusaha untuk memperbaikinya. Kata maaf pun akhirnya terlontar dengan biasa, dan sejatinya memaafkan bukan hanya di kata-kata.. tapi melupakan adalah bentuk maaf yang paling tulus tanpa mengingat kesalahan lama

Tentang ego yang mampu dia turunkan dan prinsip yang mau dia maklumkan, sudah pantaslah kamu mnjadi pilihan.. untuk tervonis bijaksana.

#SehariBercerita Rangkaian Aksara dalam Sebuah Nisan Di Atas Pusara

“ Kamu hati-hati ya nak kalau naik motor, jalanan sekarang ramai dan jangan pulang terlalu malam kalaupun mengerjakan tugas kuliah”. Suara ibu di telefon menasehatiku

“ Iya Bu, InsyaAllah Wilna selalu hati-hati dan berusaha tidak pulang malam kalaupun ada tugas kuliah, ada apa kok Ibu tiba-tiba berpesan seperti itu tanpa menanyakan kabarku terlebih dahulu? Apa Ibu habis nonton berita TV tentang kecelakaan kah? Kabar keluarga di Jombang baik-baik saja kan?” Jawabku lancar dengan signal yang lancar di Rumah Malang pagi itu.

     Tiba-tiba suara ibu di seberang meredup seakan menyembunyikan sesuatu dariku, kembali ku cari tahu karena ibu tidak biasa seperti itu, meski dalam hati sempat menerka-nerka apakah ayah di rumah sehat-sehat aja, adek semoga dalam keadaan yang sama dan om tercinta pun baik-baik saja. Usai Ibu lancar berbohong dengan semua yang aku tanyakan di percakapan telefon akhirnya aku minta untuk memberikan telfonnya ke ayah, masih saja ibu berkelit kalau ayah sedang di kamar mandi, langsung saja ku katakan untuk menunggu ayah hingga keluar dari kamar mandi, tapi akhirnya ibu pun menjawab bahwa ayah sedang di rumah sakit. Entah seperti ada yang memukul keras dadaku hingga seperti disayat sembilu, ada apa dengan ayahku?

     Ku kuatkan untuk tak mengakhiri percakapan telfon dengan segera, ibu meneteskan air mata seakan tak mampu melanjutkan cerita dan ingin mengakhiri obrolannya denganku, aku yang masih ada ujian klinik saat itu menjadi sangat bingung haruskah aku pulang ke rumah Jombang dan minta ijin untuk ujian klinik sendiri yang tentunya dengan prosedur sangat ribet. Aku masih bisa memaksa ibu melanjutkan cerita, akhirnya suara ibuku pun keluar dengan terbata-bata

“Om Nanangmu nak, kemarin Jumat malam kecelakaan. Sekarang di Rumah Sakit ditungguin ayahmu”.

     Seperti ada tangan yang kuat membungkam mulutku untuk mencoba membalas cerita ibu, air mataku tak bisa ditahan untuk tidak keluar, tiba-tiba deras dan persendianku terasa lemas, aku dekat dengan semua keluargaku, ayah, ibu, adek dan om terbaikku, bahkan dengannya aku sangat dekat. Kami tinggal serumah dari aku masih kecil sepeninggal eyangku (ayah dari om ku), dia yang mengajariku bisa naik sepeda pancal, berenang dan selalu mengajakku bermain dan mengenalkanku dengan teman-temannya meski laki-laki semua, selisih usiaku dan om nanang tak jauh beda, hanya 3th saja, mungkin itu yang membuat kami begitu akrab, bahkan dulu saat dokter memvonis ibuku untuk tidak bisa hamil lagi, aku cukup merasa om nanang adalah kakak sulungku padahal dia adek bungsu dari ibuku.

     Om nanang sosok sederhana dan tangguh yang aku kenal dari dulu, mungkin karena yatim dari kecil ia selalu mengajarkan padaku untuk tidak pernah menyerah, terus berlari meski kaki tertusuk duri, untuk tidak membiarkan mimpi dengan mudah melenggang pergi, apapun yang kami lakukan dalam hidup selalu kita bagi dengan saling berbagi cerita, tentang pilihan hidup, keyakinan (agama), prinsip, bahkan dari cerita segak penting lebih seneng tidur dengan posisi tengkurap atau miring pun kami saling bercerita, karena dia teman berbagi cerita paling bijaksana.
                
     Kami berdua sama-sama mencintai indahnya langit kala senja, di bukit dekat rawa 2 km dari rumah, di situ lah kami dengan puas mengagumi karya Tuhan dalam bentuk yang terlalu nyata. Tempat itu kami namai “Sketsa Surga” sebuah bukit kecil dengan rawa disebelahnya, tempat yang begitu indah untuk melihat sun set dan menjadi tempat favorit untuk ngabuburit ketika bulan puasa tiba, menikmati senja meski saat kami masih kecil hanya bisa duduk sambil nulis-nulis di tanah pasir, terkadang hanya beli dua gelas pop ice untuk dihabiskan di sana., serta menikmati air rawa sambil berbagi cerita tentang cita-cita

“ Kamu kalau besar nanti pengen jadi apa?” Tanya dia sembari tertawa. Sebagaimana anak Usia 8th sok-sok an ngomongin cita-cita.

“ Aku pengen jadi dokter Om!! Kalau kamu?” Balasku sambil tertawa juga. Meski sekarang menyadari bahwa jawabanku saat itu hanyalah sebuah jawaban meniru sebagian besar teman TK-ku

“Aku pengen bapak di surga melihatku bangga, mamak (panggilan dia ke nenekku) bahagia, ayahmu, ibumu, adekmu dan kamu pun bahagia, jadi apapun aku nanti, yang penting bermanfaat untuk orang banyak luk-piluk (panggilan akrab dia padaku yang artinya pipi nyempluk), tapi kalau Allah mengijinkan aku pengen jadi guru”. Jawabnya tegas dengan kedua tangannya menjewer pipiku.

     Akhirnya dia pun meraih mimpinya setelah lulus kuliah langsung menjadi guru tepatnya sejak 4th yang lalu, dulu sewaktu dia masih kecil tak pernah meminta mainan ataupun apa saja seperti yang teman mainnya punya, bahkan untuk peralatan sekolah pun selalu dia jaga dan kalaupun belum rusak dia gak bakal minta, dari kecil dia selalu gengsian kalau dikasih sesuatu dan sering menjawab “gak mau”.dia selalu mengisi liburannya dengan belajar dan bukti nyata dari SD hingga SMA tak pernah sekalipun ranking dua tapi selalu menyematkan namanya sebagai peringkat pertama, sering menjuarai lomba dan pelanggan tetap beasiswa. Terdengar   genius memang, tetap karena ia ingin melihat ayahnya di surga bahagia adalah motivasi terbesarnya.

     Keluargaku semua bekerja di bidang kesehatan, hanya dia yang getol dengan mimpinya untuk menjadi seorang guru, dengan alasan yang sangat membuatku terharu, dia berkata 

“Aku akan selalu dekat dengan pembelajar biar aku terus belajar dan nanti kalau aku dipanggil oleh-NYA muridku banyak yang mendoakanku, karena panjang usia bukan dari digit angka, tapi yang ketika ia tiada banyak yang mengingat dan menyebut namanya dalam doa, khoirunnas anfauhum linnas, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

     Itulah alasan dia yang bagiku begitu mengagumkan dan dia dulu sempat berpesan padaku untuk selalu memperkuat alasanku ketika melakukan sesuatu, hingga aku mantap dengan pilihan itu. Om nanang adalah sosok sederhana penuh mimpi yang terkadang sangat berambisi.

      Tujuh hari berlalu, dia terbaring koma di RS, tapi ibu selalu membohongiku dengan ceritanya untuk bilang om nanang baik-baik saja karena takut aku tidak konsen dengan ujian klinikku

     Ujian klinikku pun selesai, aku bergegas untuk segera pulang ke Jombang dan segera menuju RS tempat om nanang dirawat tanpa memberi tahu orang rumah. Tiba di RS akupun menuju resepsionis RS dengan nafas ngos-ngosan menanyakan pasien atas nama Nanang Wahyu Rahmanto di kamar mana. Mbak resepsionis pun menjawab kalau pasien atas nama Nanang Wahyu Rahmanto tadi pagi pulang.

“Om saya sudah sembuh? Alhmadulillah.. makasih ya mbak”. Tak kubiarkan mbak resepsionis itu menerangkan padaku lebih lanjut, aku langsung keluar untuk naik angkot kemudian pulang ke rumah segera.

     Banyak orang menjinjing beras dalam baskom, motor dan mobil parkir di halaman depan, serta K E R A N D A!!!! Yang kutemui ketika aku mau memasuki pintu rumah. Perasaanku teraduk-aduk, lidahku pekat dan mencekat, mataku tiba-tiba gelap dan gak tau apa yang ku rasa, aku pingsan.

     Setelah mendapati banyak orang disekelilingku saat siuman aku berteriak histeris, gak mungkin yang ada dalam keranda itu om nanang, beberapa menit kemudian pun aku pingsan lagi. Siuman yang kedua baru ibu saya menerangkan kronologi kecelakaan om nanang, ternyata sewaktu pulang dari menyalakan lampu selepas jamaah sholat isya di SD tempat dia mengajar hujan gerimis dan om nanang tak sengaja menabrak geng vespa rosok karena gelap. Geng vespa rosok tersebut dalam keadaan mabok, padahal om nanang sudah meminta maaf ke mereka malah dipukul kepalanya dengan besi tumpul yang menyebabkan dia mengalami perdarahan otak, mendengar cerita itu aku semakin marah dan histeris, ini semua tidak mungkin om nanang sahabat terbaikku pergi karena dibunuh geng vespa rosok bedebah itu. Aku tetap tak percaya kalau om Nanang telah tiada.

      Padahal dua minggu kemudian dia akan menikah dengan seorang yang ia khitbah (pinang) tanpa pacaran yang disebut dengan taaruf, tapi lagi-lagi manusia punya rencana dan Tuhan yang punya kuasa, perjalanan hidupnya berakhir dalam tujuh hari koma yang aku sama sekali belum menjenguknya, tidak munafik bahwa dendam begitu penuh dalam dada.

      Kini untukmu om Nanang tercinta yang telah di surga, kami sekeluarga yang selalu mencintaimu akan selalu mendoakanmu.. bahkan jika aku mampu, insyaALLAH ku teruskan perjuanganmu

Dapat salam dari dunia untukmu di sana:

  • Mamakmu yang selalu mendoakanmu bahagia di sisi-NYA, mamakmu sangat berterima kasih punya anak sepertimu yang begitu memuliakannya dengan kesholehanmu.
  • Maya calon istrimu yang kamu panggil Aisyah berkata padaku mungkin bidadari surga lebih pantas menemanimu di sana dari pada dia, dan akan mengingatmu selalu sebagai sosok yang sangat baik.
  • Pak Drajat akan selalu mengenang kebaikanmu, karena kamu sudah mau jadi sahabat orang cacat seperti beliau ketika kamu masih kuliah rela jadi tukang parkir untuk bisa merasakan kehidupan yang lain dan dekat dengan pak Drajat.
  • Bu Surtinah, wanita 65th yang lebih kau dului ke surga, dia akan selalu ingat saat kamu dengan ikhlas mengantarjemputnya karena dia janda yang hidup sebatang kara.
  • Semua muridmu di SD 1 dan 2 Tanjung Bulu, kamu guru termuda, mereka anak-anakmu yang kamu tinggalkan terlalu cepat, selalu mendoakanmu dan merindukan keramahanmu dalam mengajar.

     Kami sekeluarga selalu bangga padamu, dengan cerita dan sahabat-sahabat yang kamu tinggalkan, bahkan dengan semua mimpimu yang sempat kamu ceritakan padaku, aku merasa wajib untuk meneruskan

Rangkaian Aksara dalam Sebuah Nisan Di Atas Pusara
Nanang Wahyu Rahmanto
Wafat: Jumat 22 Maret 2013

InsyaAllah selalu kami sebut namamu dalam tiap doa, dua kali puasa tanpamu terasa hampa..

Yang menulis ini:
Wilna Pratiwi ponakanmu yang dalam kontak HP mu kamu namai “cincacuh dan Marcella Zalianty”

Terima kasih atas semua kebaikan yang kau tinggalkan, peluk dari dunia untuk kamu yang telah di surga ({})

Kamis, 23 Januari 2014

Tentang #GoodFather Jombang


Halooo.. ini dia #GoodFather Jombang

Lama tidak buka dan nulis di blog ini (sambil kibas2 pake kemoceng)
berikut ini adalah sedikit cuap-cuap saya tentang Tour Stand Up Comedy #GoodFather

Stand Up Comedy yang pada saat ini menjadi sebuah hiburan modern pilihan anak muda untuk sekedar refreshing ataupun sesuatu yang bernilai edukatif dalam persembahan tiap gelarannya.  Hiburan dengan sebutan lain one man show ini menyuguhkan seni berkomedi dari kemampuan seorang pelaku stand up comedy yang disebut sebagai comic untuk berdialog sendiri di atas panggung dengan semua tutur kata maupun gesture-nya dan berhasil menghibur serta membuat audiens-nya tertawa.

Tidak lama ini suguhan Stand Up Comedy  Show berupa mini-show, special show atau bahkan tour stand up comedy banyak dilakukan oleh comic-comic profesional untuk membeberkan pandangan unik atau sudut pandang baru seorang comic terhadap sesuatu lewat materi-materi jokes-nya yang dipaparkan kepada para penikmat stand up comedy. Saya ingin bahas di sini adalah tour stand up comedy dimana seorang atau beberapa orang comic menggagas sebuah show stand up comedy dari tempat satu ke tempat yang lain. 

Tour Stand Up Comedy biasanya mengusung sebuah tema atau ciri khas dari sang Comic penggagas untuk menyampaikan sebuah esensi dari tour stand up comedy yang dibuatnya. Sekarang yang ingin sedikit saya tulis adalah Tour Stand Up Comedy berjudul #GoodFather, dari pemahaman saya Tour Stand Up Comedy berjudul #GoodFather ini digagas oleh comic @deddygigis (comic Jatim) dan @pul_lung (comic finalis SUCI3 kompas TV) , sudah bisa ditebak dari nama tour yang mereka ambil mewakili bahwa beliau berdua adalah seorang ayah yang baik atau #GoodFather, mungkin mereka memiliki misi dalam setiap materi yang disampaikan adalah cara untuk menjadi bapak yang baik dan yang tidak kalah penting adalah memasarkan stand up comedy secara luas dengan tidak hanya menarget para kawula muda saja tetapi para orang tua untuk bisa menikmati stand up comedy yang notabene-nya disebut-sebut sebagai lawak modern yang hanya akrab di kalangan para pemuda.

#GoodFather ini bisa dibilang tour stand up comedy bertajuk “kebapakan” pertama di Indonesia, meski demikian dua bapak ini, yakni pak @deddygigis dan pak @pul_lung tidak hanya menampilkan para bapak saja untuk mengisi tour stand up comedy-nya, mereka berdua menggandeng para comic muda dari Jatim untuk menjadi bagian dari acara mereka. Para comic muda ini sebagai opener atau pembuka dari show stand up yang nanti akan disempurnakan oleh penampilan mereka berdua sebagai guest star dalam show #GoodFather. Hal ini mungkin bertujuan bahwa comic berpredikat bapak akan menasehati para comic muda sebagai sajian yang menarik persembahan jokes mereka.

#GoodFather ini adalah tour yang rencananya akan menjajaki tujuh kota di Jawa Timur, meliputi Jombang, Mojokerto, Kediri, Madiun, Sidoarjo, Jember dan Surabaya. Jombang sebagai kota awal dihelatnya #GoodFather istilah lainnya #GoodFather Jombang menjadi grand opening dari tour #GoodFather selanjutnya di kota-kota lain ini akan menampilkan enam comic yakni fandy (@feaztfurium), faris (@farizrif) dan saya sendiri ciwid (@widi_ciwid) sebagai opener dari para guest star antara lain Karim Sujatmiko (@Karjokarjo), pak deddy gigis (@deddygigis) dan pak pulung (@pul_lung). Bekerjasama dengan komunitas lokal @Standup_JBG acara #GoodFather akan diselenggarakan tepat pada tanggal 26 Januari 2014 di Gedung AULA PSBR Jombang jam 13.00 WIB. 

Acara #GoodFather akan berlanjut di tiap kota yang sudah saya tuliskan tadi yang pastinya akan ditutup atau FINAL TOUR pada 31 Mei 2014 di kota pahlawan atau kota Surabaya yang akan dibarengkan dengan acara hari jadi kota Pahlawan tersebut. Semoga Sukses untuk tour bertajuk “kebapakan” ini dan dapat memberikan banyak hal yg disampaikan baik secara tersirat maupun tersurat.

Sebelum menutup ulasan saya tentang tour stand up comedy #GoodFather , saya ingin sedikit bercuap-cuap subjektif  tentang para pengisi atau comic line up di #GoodFather Jombang ini, monggo disimak :   
  • F A N D Y (@feaztfurium)
    • Comic asli Jombang yang menjadi mahasiwa rantau di kota Malang ini memiliki gaya tersendiri dalam menyampaikan materi stand up comedy-nya, mahasiwa yang masih semester empat jurusan seni rupa di UM dilihat seperti memiliki keunikan mengolah materi semau dia, terkadang lampu merah jalan raya saja menjadi hal yang tak wajar dan berkembang menjadi banyak materi. Mungkin dengan melihat dia saya berfikir bahwa jarak antara genius dan gila adalah tipis banget, setipis dompetnya.
WARNING : siap-siap cerebrofort excel saja sebelum nonton dia  dan sedetikpun ngelewatin materinya tersesatnya bisa ke surga, jadi mending gak liat dia!! Lucunya gak karu- karuan.
  • F A R I S (@farizrif)
    • Faris ini juga comic asli Jombang yang merantau di kota Malang, lebih tepatnya ia masih menjadi mahasiwa training atau istilah lainnya adalah maba. Saya menyukai cara dia menyampaikan materi stand up comedy, penggalian materi yang anak muda banget menjadi ciri khas dia, lebih tepatnya gaya anak SMA karena dia lulus juga baru beberapa bulan yang lalu. Pembawaanya yang santai dan act outnya yang idak terlalu beremosi mampu menjadikan saya masuk dalam theatrical mind yang dia sampaikan
WARNING : nikmati setiap gaya santainya dan act out mesranya, bagi yang cewek siap-siap bawa bunga aja, dia paling melting kalau liat cewek bawa bunga, apalagi sekalian penjualnya. Jangan lewatkan setiap materinya.
  • C I W I D (@widi_ciwid)
    • Ini pandangan subjektif tentang saya sendiri, saya cenderung berdakwah ketika menyampaikan materi stand up comedy, tidak jauh dari kehidupan saya sehari-hari sebagai seorang muslimah asli jombang yang sudah lama di Kota Malang. Dipercayai untuk mengisi show stand up comedy #GoodFather ini adalah kebahagiaan tersendiri, selain bangga bisa sepanggung dengan comic-comic idola saya juga merasa paling cantik karena cewek sendiri, itu yang saya tahu dari saya, dan ini adlah statement clasic saya “penilaian sendiri memang berarti, tapi penilaian bersama lebih berarti” semoga tidak mengecewakan. AMIN
WARNING : tidak ada yang perlu dicatat dari saya, saya orangnya biasa aja kok, biasa ngajakin nikah juga :3, semoga gak di skip aja penampilannya

  • K A R J O (@karjokarjo)
    • Jujur saya belum pernah menonton secara live penyampaian materi dari Karjo, seorang mahasiswa ITS peraih juara 2 kompetisi stand up comedy yang diselenggarakan oleh BKKBN ini membuat saya tahu siapa dia, sempat bertanya pada comic lain tentang bagaimana dia berstand up comedy, dan jawabannya adalah tidak diragukan lagi, iya dia lucu sekali dan menjadi suatu kebanggaan bisa sepanggung dengan juara 2 kompetisi stand up comedy bertaraf nasional Desember tahun lalu.
WARNING : tidak akan melewatkan sedikitpun materi dari saudara Karjo, biar bisa menikmati sendiri dan gak iri dengar dari yang sudah nonton dia. POKOE NYIMAK!! DAN NGAKAK

  • D E D D Y (@deddygigis)
    • Beliau ini adalah seorang comic yang sudah berstatus sebagai kepala keluarga, memilih jalur stand up comedy sebagai ajang penyampaian opininya sudah bisa ditebak bahwa beliau adalah figur bapak yang humoris. Memiliki sebutan nabinya comic Jawa Timur menjadikan image tersendiri bahwa beliau adalah comic panutan umatnya dari semua materi dan kelucuannya. Kalau saya bilang bapak ini lucu banget pol-polan lah.
WARNING : bagi para ibu-ibu yang nonton hati-hati jatuh cinta aja, terus buat para bapak coba minta tips ke beliau gimana bisa jadi lucu begitu. Sertaaa.. buat yg masih anak-anak saya sarankan minta bapak kayak beliau ya! Jangan lewatkan sedikitpun apa yang beliau sampaikan 

  •   P U L U N G (@pul_lung)
    • Beliau ini juga berstatus sebagai seorang bapak dan yang lebih ajaibnya bapak ini mempunyai sangat banyak anak, yakni anak didik. Pak Pulung yang asli Jombang selain sebagai seorang comic finalis SUCI3 Kompas TV ini juga sebagai seorang dosen di FKM Unair Surabaya, tidak tahu misi beliau memilih stand up comedy sebagai pilihan pengajarannya, mungkin misi beliau adalah sebagai dosen terlucu karena untuk menjadi dosen terteladan hanya menjadi sebuah harapan.
WARNING : mahasiswa pasti pengen punya dosen seperti beliau ini, sudah cubby, lucu, pinter pula, maka Kualifikasi Dosen Favorit mana lagi yang kita dustakan kalau lihat beliau. Jangan sampai melewatkan materi yang beliau sampaikan, karena di akhir acara seorang dosen sudah pasti akan mengadakan ujian.

Beberapa Hal tersebut di atas tentang tour Stand Up Comedy #GoodFather , don’t miss it ya!! Semoga bermanfaat untuk semuanya, untuk info lebih lanjut bisa follow twitter @Standup_JBG , maaf bila ada salah-salah kata, saya Ciwid.. Syukron Katsiron