Selasa, 16 Juli 2013

#RamadhanBercerita7 : Kangen Pondok Ramadhan


Kalian kangen Pondok Ramadhan gak ? kalau saya kangen banget ( gak nanya K !!)


Tradisi Pondok Ramadhan itu seakan-akan akrab hanya untuk yang masih sekolah, terus yang sudah kuliah apa gak ada pondok Ramadhan? Mungkin namanya jadi Asrama Ramadhan , kalau ada pengen ikutan !!

 
Definisi pondok ramadhan bagi saya dulu adalah kegiatan sekolah di Bulan Ramadhan dimana pembelajaran agama lebih intensif serta kegiatan itu seru karena menginap di sekolah beberapa hari yang jelas lebih seru karena adanya cuma pelajaran agama dan gak ada PR nya.


Bagi saya Pondok Ramadhan paling seru adalah saat SMA, dari pagi hingga malam semua ibadah ramadhan dilakukan bareng-bareng terus. Meskipun jadwalnya gak beda jauh dari sekolah tapi kerasa beda karena ada moment menginap di sekolah selain acara persami.


Rundown acara dari kegiatan Pondok Ramadhan cuma  itu-itu aja,  pagi ada shalat dhuha bersama, kuliah ramadhan ( padahal masih sekolah ) , Istirahat siang , tadarus quran, kuliah  ramadhan sore , buka bersama, tarawih, tadarus dan tidur lagi. Saya punya teman akrab namanya Bunga ( bukan nama sebenarnya ) , dia orangnya hobby tidur, jadi selesai tarawih langsung capcus ke bilik tidur ( yang jelas bilik tidur cewek ) dengan alasan biar mudah dibangunin saat shalat tahajud bersama menjelang sahur. Jam 01.30 semua siswa dibangunkan dan diajak shalat sunnah malam, dari situ bisa ketahuan mana yang jago ngiler dan mana yang jago silat ( karena ada yang sebagian dibangunin guru, kemudian masih ngigau dengan gaya pencak silatnya ).


Saat shalat sunnah malam dimulai saya berada bersebelahan dengan Bunga, saya nanya ke Bunga


Saya : “Bung.. bunga .. tumben kamu gak ngantuk? Terlihat antusias banget?”

Bunga : “iya dong Wid, kamu gak liat aku pake apa?” ( sambil mengeluarkan kabel kecil hitam di balik mukenahnya ).

Saya : “ Astaga Bung, kamu shalat mau pake headset? , yang bener aja ?”

Bunga : “ Suara Pak Zain ( Guru Agama, sekaligus Imam saat itu ) , kurang enak Ciw, so aku pake headset aja!”

Saya : “ Gak boleh lah Bung shalat pake headset, lepas gih!”

Bunga : “ Meskipun aku pake headset, yang aku dengerin tutorial shalat sunnah kok, bukan Linkin Park, Soendari Sukotjo atau Pidato Presiden kok!”

Saya : “ -______- , karepmuuu Bung!


Shalat sunnah malam tiba saatnya shalat tasbih, ini adalah shalat yang sangat menguji kesabaran selain shalat tarawih dengan bacaan surat pendeknya  oleh imamnya ternyata surat-surat yasin, al-baqarah, ar-rahman , kalau ada imam shalat tarawih kayak gini, gak munafik dalam hati bilang ( Qulhu ae leek!! ) untung aja jaman saya SMA dulu belum booming kata-kata itu.


Kembali ke pelaksanaan shalat tasbih, ini shalat semua gerakannya tumakninah, gimana gak tumakninah? Semua gerakan menjadi lama dengan bacaan tasbih-tahmid tiap gerakannya 10 kali, kecuali setelah bacaan surat pendek, baca tasbih-tahmidnya gak 10 kali, tapi 15 kali, meskipun hanya empat rakaat dengan dua salam, tapi rasanya seperti tarawih 23 rakaat ( luaaamaaa )


Banyak dari teman-teman saya yang masih di serang virus ngantuk, yang lucu saat itu saya dan Bunga ada di shaf nomer dua dari belakang, virus ngantuknya bunga kembali datang

Imam : Allahuakbar.. ( Sujud Shalat tasbih )

Semua jamaah sujud
                        
                         Imam : Allahuakbar..( duduk di antara dua sujud )

Semua jamaah duduk diantar dua sujud


Saya melirik Bunga ( bikin shalat terasa nggelambyar ) , kenapa? Karena Bunga gak segera bangkit dari sujudnya, dalam hati ( ini anak khusyuk banget!! ). Bunga kesenggol jamaah sebelah kirinya dan ternyata dia tumbang ke rah saya dari sujudnya dalam keadaan ( positif ngorok !!) zzZZzzZZZ..


Apa benar hipotesis shaf belakang itu banyak yang gak niat? Sepertinya iya!! Masih ada teman saya yang namanya Daun ( bukan nama sebenarnya juga ) , saat ruku’ shalat tasbih malah tolah-toleh sama jamaah sebelahnya dengan bisikan setan “ Shalatnya lama banget ya! , sampe kesemutan “ . dan saya pun mengiyakan dalam hati, meski saya shalat dari awal hingga akhir, banayak kericuhan yang saya rasakan, tapi itu yang saya rindukan saat ini , Indahnya Ramadhan 


Dua teman saya Bunga dan Daun tidak mau disebutkan nama aslinya dengan alasan, tidak mau syiar kejelekan, Cuma berpesan “ Teman-teman semua jangan tiru kami yaa!”. Selamat menunaikan Ibadah di Bulan Ramadhan

@widi_ciwid

Itu cerita pondok Ramadhan jaman SMA saya di #RamadhanBercerita7 sampai jumpa lagi ya teman-teman HAMMASA

Senin, 15 Juli 2013

#RamadhanBercerita6 : Rindu Ramadhanku Tahun Lalu part 1


Ramadhan adalah bulan penuh kebahagiaan, saya sangat setuju hal itu. Kebahagiaan Ramadhan bagi saya terletak pada moment kebersamaan dengan keluarga untuk menjalankan ibadah Ramadhan bersama, seperti halnya  kehangatan saat sahur, tadarus bersama, menyiapkan masakan dan buka bersama. Bagi saya akan berkurang kebahagiaan ramadhan jika kita lagi berjauhan dengan keluarga. Hanya bisa menikmati ucapan selamat sahur dan selamat berbuka dari mereka lewat sms atau telefon saja.


Saya sekarang paling merindukan dekapan,curhatan dan masakannya ummi saya, ummi saya itu orangnya sangat lucu, karena kalau tidak lucu , abah gak bakal mau ( statement abah ).


Dimana letak lucunya ummi saya? Ummi saya lucu kalau lagi marahan sama abah, itupun karena hal yang sepele, abah kan orangnya romantis sering sekali beliau menggoda ummi saya dengan candaan-candaan sepele, biasanya abah menggodanya seperti ini


Abah : “ ndok Revalina S Temat itu cantik ya?”

Saya : “cantik bah , apalagi kalau berjilbab ”

Abah : “ dulu mudanya ummimu mirip Revalina loh, sayangnya sekarang sudah mekar jadi dua revalina “ ( kata abah sambil melirik ummi )

Saya : “ hahaha, iya ya bah.. ummi sekarang mblendung”

Ummi : “ iya, gitu aja terus kalau ngeledekin, kalau mau nyari yang lebih langsing dan cantik ya monggo!” ( gumam ummi sewot )

Saya : “ Bah, ummi ngambek, gak dimasakin kapok lo bah !”

Abah : “ Lhoh, ngapain ummimu ngambek?, istri cantik abah itu gak mungkin ngambek, abah tadi bilang dua revalina itu maksudnya bukan ukurannya jadi dua kalinya reva, tapi  maksud abah itu cantiknya ummimu sekarang itu dua kalinya reva. Ummimu aja GR-an , abah gak bilang ummimu gendut!”

Ummi : “ Pinter banget bah ngelesnya, ya sudah besok sahur bikin kopi sendiri!”


Begitu lah ummi dan abah saya, masih sering marahan gak penting kayak orang masih pacaran, ya maklum lah dulunya gak pernah pacaran, jadi mungkin sekarang dinikmati dengan hal-hal seperti itu. Tapi ketahuilah wahai ummi dan abah, saya pengen begitu, ngrasain pacaran dengan marahan-marah unyu seperti itu (curhat)


Akhirnya siang harinya abah minta maaf  ke ummi lewat SMS karena abah di kantor dan ummi di rumah, diaolog dari SMSan mereka berdua ternyata di buka dengan abah mengirimkan SMS lirik lagu Maher Zain yg “For The Rest of My Life” terkesan sangat romantis bukan? Kemudian dilanjutkan smsan pacaran ala mereka berdua, karena mendapat SMS berbahasa inggris yani lirik lagu Maher Zain itu ummi nanya ke saya


Ummi :” ndok , abahmu sms kayak gini, kok gaul abahmu bhasa inggrisnya bisa banyak dan panjang?”
Saya : ( tahan tawa sambil membaca sms abah yang ternyata lirik lagu maher zain ), “ wih abah romantis banget mi’, sepanjang hidup ingin bersama ummi loh” . ucap saya sambil menyempatkan ketawa

Ummi: senyum-senyum


Sewaktu abah pulang kantor ummi tidur siang dan saya kebetulan lagi nonton TV, akhirnya saya pun nanya ke abah

Saya : “Bah tadi SMS ummi lirik lagunya Maher Zain ya?”

Abah : “ Ssssstttttt.... hehehe kok tau, samean dikasih tahu ummi ya SMSnya abah? Terus samean bilang gimana ke ummi?”

Saya : “ Ya saya bilang kalau, abah romantis ya mi. Tu artinya abah pengen sepanjang hidupnya bersama ummi, eh Bah, abah kok hafal lagunya Maher Zain yang itu?”
 
Abah:  “ bukan hafal, hehehe.. tadi nanya Pak Hadi di kantor lagu yang romantis apa, trus dikasih itu judulnya, sama pak Hadi abah disuruh gogling”

Saya : Gileee abaah gueh gaul bener  yee ( dalam hati ), dah abah istirahat siang, lagi puasa...


To Be Continued..

Dan itu terjadi Ramadhan tahun kemaren, pas saya liburan Ramadhan di Rumah, sekarang liburan Ramadhan harus di Malang karena ada SKRIPSI iya SKRIPSI 

Sekarang saya sangat merindukan kehangatan keluarga saat ramadhan, itu #RamadhanBercerita6 saya, insyaAllah besok ketemu lagi di #RamadhanBercerita7 yaaa
Wass wr wb 


Sabtu, 13 Juli 2013

#RamadhanBercerita5 : Masihkah kau Mempertaruhkan Tuhanmu?



Sebuah kata yang ramai dikumandangkan para pecinta , dianggap suatu rasa yang fitrah pada setiap manusia, bagi saya hal itupun benar adanya karena awal dari terciptanya manusia sendiripun karena cinta.


Cinta oleh wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta , sehingga untuk sebuah kata atas nama “cinta” menurut saya wajar jika cinta ada karena suatu alasan dan mempunyai tujuan. Banyak sekali alasan yang mendasari adanya rasa cinta , ada karena penampilan fisik, kedudukan sosial, satu lagi karena iman.


Tujuan dari cinta adalah menyatukan dua insan hingga mencapai suatu kebahagiaan yang diimpikan, memang itulah cinta, apapun alasannya tujuannya hanya satu “kebahagiaan” , bagi salah satu pihak maupun kedua belah pihak.


Rasa cinta yang datang dengan banyak alasan bahkan beda diantara kedua belah pihak seperti perbedaan fisik, perbedaan status sosial dan lain lain mungkin masih bisa ditolelir, tetapi menurut saya ada satu alasan cinta dengan alasan yang beda tapi bukan hal yang mudah untuk ditolelir yakni “beda agama” yang sering disebut dengan perbedaan keyakinan. Suatu rasa jika dihadapkan dengan perbedaan keyakinan, hal ini bukan masalah akulturasi melainkan suatu aklamasi.


Keyakinan adalah suatu hal yang mendasar hasil dari pemikiran setiap orang, bisa dikatakan proyeksi dari setiap tindakan seseorang dalam kehidupannya, tapi untuk menjadi suatu alasan datangnya perasaan cinta, keyakinan menjadi hal yang dirasakan tidak adil jika rasa cinta sudah datang pada dua insan yang berbeda keyakinan, cinta datang karena anugerah bukan permintaan. Lantas? Pada siapa kita serukan cinta dengan perbedaan?


Apakah suatu hal yang wajar jika pertama tertarik dengan seseorang kemudian kita tanyakan “Apa agamamu?”. Ini masalah hak dan mencintai juga merupakan hak. Saat dikatakan cinta itu anugerah sang Kuasa, pasti dalam hati bertanya sang Kuasa itu “ Tuhanmu?” ataukah “Tuhanku?”. " Mengapa Tuhan kita yang beda tapi memberikan perasaan yang sama, yakni cinta? ".


Bagi yang sudah menjalin cinta beda agama, saya yakin banyak hal yang menjadi penghalang untuk mereka, mulai dari keluarga, sahabat bahkan lambat laun perasaan sendiri pun akhirnya tidak bisa dipersatukan karena kekuatan dari keyakinan masing-masing, untuk hal seperti ini “ apakah kalian tidak berfikir sebelumnya?” . Dulunya berfikir “ gak apa-apalah dijalani dulu, semoga waktu yang menjawab semua, mungkin saja kami bisa seagama” untuk pernyataan tersebut bukankah menjadikan kita memaksakan suatu yang asasi untuk orang yang kita cintai, bahkan dengan pasrah pada waktu yang kita sendiri tidak tahu hasilnya itu sama dengan judi atau bukankah kita mempertaruhkan Tuhan? Sedangkan Tuhan pun tak pernah mempertaruhkan kita.


Cinta yang Dia anugerahkan memang tidak bisa ditebak datang kepada siapa, namun berfikir sebelum memutuskan untuk hal itu rasanya harus dipertimbangkan dari awal, untuk yang asasi biarkan itu menjadi aklamasi, karena keyakinan murni tidak bisa dipaksakan. Untuk hal seperti itu. “Masihkah kamu mempertaruhkan TUHANmu?”

Masihkah kau Mempertaruhkan Tuhanmu?


@widi_ciwid

sekian dari saya, kalau salah kata maapin ya , InsyaALLAH ketemu besok di #RamadhanBercerita6 ya
wassalamualaykum wr wb

Jumat, 12 Juli 2013

#RamadhanBercerita4 : APA yang KAU TAHU TENTANG CINTA?

Saya terlalu sering mendengar suatu alasan “Semua Karena Cinta” yang saya ingin tanyakan “ Apa yang Kau Tahu Tentang Cinta? ” . Hanya sebuah ungkapan yang kalian dapatkan dari kutipan para pujangga?  salah satu judul sebuah lagu? atau mungkin sebuah tulisan dibalik kemasan permen KISS?

“Apakah yang Kau Tahu Tentang Cinta?” pertanyaan terebut tidak hanya untuk kalian, lebih saya tujukan untuk diri saya sendiri. Sedangkan bagi saya sendiri cinta belum dinamakan cinta bila belum memiliki. Saya sering tidak sependapat dengan ungkapan  klise “Cinta tak harus memiliki” , kalau tak ingin memiliki mengapa harus mencintai? Mungkin terdengar egois dan memaksa, tetapi itu yang saya rasakan, jika saya sudah mencintai sesuatu, rasa harus memiliki itu ada, maka saya tidak akan mengambil resiko sakit hati jika saya tidak akan memilikinya saya tidak akan mencintainya. Dari situ saya berfikir serius untuk apa saja yang saya putuskan , saya mencintai sesuatu itu atau tidak, saya ingin memiliki sesuatu itu atau tidak.


Saya juga pernah merasakan hal yang mungkin bisa disebut cinta ke lawan jenis, hanya pada satu laki-laki ( semoga saya bisa memiliki,  Amin). Apakah saya katakan kepadanya? Apakah saya pacaran sama dia? Jawabannya TIDAK dan Apakah ada kemungkinan saya menikah dengannya? InsyaALLAH AMIN.


Mengapa tidak diungkapkan? Atau mengapa dia tidak mengungkapkan? Karena satu kata pun tak ada yang mampu mewakili rasa itu, bagi saya “cinta itu tidak untuk diungkap lewat kata, cukup rasa yang mengerti segalanya”. Saya yakin jika sudah tepat pada waktunya maka suatu kehalalan yang akan mempersatukannya. Tersirat prinsip tidak pacaran dari apa yang saya ungkapkan kah? Bisa dibilang seperti itu, karena PACARAN bukan akhir dari JAWABAN.


Saya juga punya cinta, yang saya sebut cinta dalam diam, ada keseruan dalam rasa yang terpendam. Karena sesuatu yang sudah diungkapkan sering tidak menjadi suatu hal yang bikin penasaran, bukti bahwa banyak dua sejoli bercerita, kalau pacaran serunya hanya saat PDKT saja, tapi mudah-mudahan kalau sudah nikah tidak mengungkapkan serunya hanya saat PACARAN saja ( voice in the head ).


Saya tidak berani mengambil resiko mencintai banyak orang dengan mencoba pacaran, kemudian putus, ganti lagi pacaran sama yang lain ( kalau ABG sih OK ), nah kalau saya? Bukankah jika demikian halnya pertanda hati saya terlalu mudah untuk dijajah? Apakah pacaran tidak butuh hati? Siap disakiti berkali-kali?


Kita tidak bisa menyegerakan apa yang Allah SWT tunda, dan kitapun tidak bisa menunda apa yang Allah SWT segerakan, semua akan indah pada waktunya. Memang perkara jodoh atau tidak jodoh itu hanya Allah yang tahu, maka jangan sok tahu dengan usia yang muda dan masih banyak impian yang dicari, menjadikan kita sok tahu jodoh kita. Kerjakan apa yang semestinya kita kerjakan, saya berfikir tujuan manusia adalah keridloan Tuhan, bukan pujian manusia, pujaan manusia maka senantiasa menemukan keikhlasan untuk melakukan hal itu.


Saya bukan tidak setuju dengan yang pacaran tapi kalaupun pacaran buruan nikah , hehee.. klu belum keburu ya jangan pacaran dulu ( ngomong ke diri sendiri )
Ada banyak harapan dari cinta, seorang yang baik akan mendapatkan seseorang yang baik pula, maka saya pun akan memperbaiki diri untuk mendapatkan orang yang baik untuk saya. Jika memiliki niat untuk mencintai dan memiliki seseorang, memperbaiki niat itu penting, karena atas niat baik hamba-NYA Allah SWT tidak hanya mengabulkannya, tapi Allah SWT pun memfasilitasinya.

Sampai sekarang hal yang saya tahu cinta itu Ummi, Abah.. dan insyaAllah saya mengingat pesan-pesannya



Itu yang saya tahu tentang cinta di #RamadhanBercerita4 teman-teman.. 
Maaf kalau ada salah kata, karena kesempurnaan hanya milik-NYA, kesalahan milik setan.. jadi saya gak salah kan?
Terimakasiiihhh.. besok ketemu di #RamadhanBercerita5 InsyaAllah