Beda itu biasa, bukan masalah membuat beda menjadi sama karena tak selamanya hati dan pemikiran bisa diseragamkan, dalam hal ini ego lah yang harus diturunkan.
Menghapus orang lama untuk menghadirkan orang baru terkadang tidaklah mudah, karena terbatasnya pilihan, tapi jika sudah datang seseorang baru yang mampu membuat nyaman, itu bukan lagi pilihan tapi keputusan.
Ketika hati sudah menetapkan pilihan maka konsisten pada pilihan adalah tanggung jawab yang utama, masalah nanti menemui kekurangan yang tak sempat disangka sebelumnya tak harus membuat berubah pikiran untuk segera mengganti pilihan, kalau seperti itu berarti tinjau kembali isi hati, tidakkah hati terlalu banyak menuntut?
Dan lagi.. tak selamanya konsisten itu bertahan dalam pilihan yang sama, hanya hati dan pikiran yang dituntut untuk bersinergi, terus melanjutkan atau mengakhiri.
Ada quote yang mengatakan
" love can make a strong man become a weak and a weak man become strong "
Mungkin terkadang benar adanya
Salut untuk dia yang tervonis bijaksana, mampu menurunkan ego bahkan prinsipmu pun mau kau maklumi, bukan berarti prinsipmu terbeli, tapi ada alasan bahwa prinsipmu terbuka layaknya sebuah teori.
Dalam sebuah hubungan tak mungkin bisa dihilangkan yang namanya tuntutan, menuntut untuk dimengerti, dipahami, diperhatikan dan sederet kata pasif lainnya, sebaiknya diganti dengan tuntutan untuk mengerti, memahami, memerhatikan dan sederet kata aktif lainnya jika ingin tetap bertahan pada pilihan yang sama.
Kesalahan itu bisa dengan mudah terlihat karena kebaikan yang banyak dan dilakukan terus menerus, dalam hal ini adalah orang baik rentan dengan predikat mudah disalahkan, bahkan dalam tiap harinya dia mau berusaha untuk memperbaikinya. Kata maaf pun akhirnya terlontar dengan biasa, dan sejatinya memaafkan bukan hanya di kata-kata.. tapi melupakan adalah bentuk maaf yang paling tulus tanpa mengingat kesalahan lama
Tentang ego yang mampu dia turunkan dan prinsip yang mau dia maklumkan, sudah pantaslah kamu mnjadi pilihan.. untuk tervonis bijaksana.
tak banyak yang selalu mengerti ,..hanya diri sendiri. dimana kita ragu padahal kita sudah punya dasar keyakinan,..lihat dan pikirkan kadng ingin melampaui butuh, dan tak pernah kita pahami yang memperhatikan sedangkan kita memperhatikan yang tidak memperhatikan kita...baik - baik kedepan kawan
BalasHapus