Kemarin malam adalah tarawih
perdana di bulan ramadhan ini, seperti biasa semangat keluarga saya dan tetangga-tetangga
sebelah menuju mushala untuk berebut shaf
paling depan masih sangat tinggi,dan menurut kabar yang terdengar kami dari penduduk RT 3 memang terkenal paling kompak untuk menguasai
daerah teritorial shaf terdepan sepuluh
hari pertama pelaksanaan jamaah shalat tarawih yang pada dua puluh hari
selanjutnya semangatnya mulai kendor.
Kami warga RT 3 ini sering berangkat bareng dan bergerombol, untuk ibu-ibu dan kaum muslimah di pimpin oleh bu Yayuk dan bapak-bapak dipimpin oleh pak Yadi, iya.. Bu Yayuk dan Pak Yadi ini sepasang suami istri yang terkenal paling exist di kumpulan warga RT 3 dalam hal apa saja. Atas komando mereka berdua kami sering melakukan banyak hal bersama atau yang sering kita sebut sebagai jama’ah, shalat jama’ah, tadarus jama’ah bahkan mokel jama’ah ( untuk yang ini tidak ), oleh karena itu jika tim eat bulaga Indonesia datang ke desa saya pasti saya yakin yang paling semangat adalah beliau berdua.
Tiba di mushala tetap dalam keadaan kompak selalu berada di shaf terdepan, saya dan ummi saya duduk di sebelah Bu Rodiyah ( warga RT 1 yang ternyata sudah lebih dulu dari kami ), jelas lebih dulu Bu Rodiyah ini istri dari Pak Wahyudi yang terjadwal sebagai imam malam ini. Shalat jamaah Isya pun berlangsung dengan khidmat, dilanjutkan dengan tarawih delapan rakaat selesai. Ada jeda sebelum melangsungkan shalat witir ini untuk berdoa, dan tidak keluar dari kebiasaan tiap harinya bahwa jamaah wanita ada yang bergosip disela imam memimpin doa, termasuk ummi saya yang bersebelahan sama bu rodiyah. Terdengar pelan-pelan perbincangan mereka oleh saya
Bu Rodiyah, “ Bu Iskak, mbak wiwid sekarang sudah mau lulus ya berarti?”
Ummi saya, “ Iya Bu,
Alhamdulillah sekarang skripsi. Minta doanya nggeh! , mas Angga bagaimana
kabarnya? ”
Saya menatap mereka dari sudut kanan sambil senyum-senyum ( bisa-bisanya tanya kabar di sela-sela doa, ini tidak bisa dibiarkaaan!! Hehee , tapi ya maklum lah mereka memang tetangga tapi jarang bertemu)
Bu Rodiyah, “ Alhamdulillah Angga
juga baik-baik kok Bu, tapi ya begitu kalau ditanya nikah kapan selalu
jawabannya, belum siap Buk”
Saya mulai GR pemirsah.. padahal juga bu Rodiyah tidak bilang apa-apa, kok saya merasa terkode ya? ( bicara dalam hati, maklum belum pernah merasakan rasa aneh bin lucu seperti ini )
Bilal megumandangkan shalawat yang artinya shalat witir dimulai, dan perbincangan sedikit oleh Ummi dan bu Rodiyah terhenti. Usai shalat witir saya langsung melipir pulang karena tidak tahan dengan panggilan alam dan kurang nyaman dengan kamar mandi mushala, tapi ummi dan bu Rodiyah masih tadarusan di Mushola.
Sekitar jam sembilan malam ummi pulang dari mushala, bermuka ceria seperti baru dapat asuransi beasiswa dari bumi putra berkata pada saya
“ Ndok, tadi dicari bu Rodiyah
kok mbak wiwid ndak balik ke mushala?”
“ Males mi’ , twitteran aj..
heheehe.. tadarusan di rumah saja, kenapa bu Rodiyah?”
“ masak bu Rodiyah nanya ke ummi
mau besanan apa ndak, samean mau ta sama mas Angga?”
“AllahuAkbar miii’ , tarawih dan
tadarusan dapetnya besan, gak mau ah.. Mas Angga itu polisi.. kan dah bilang ke
ummi kalau saya maunya yang mengayomi saya saja, jangan mengayomi masyarakat,
nanti tiap hari cemburu males mi’”
“ Tapi bu rodiya serius lo ndok”
“Serius kok ya pas Ramadhan gini,
dah ah mi’ Mas Angga biar sama adek saja kalau adek mau, yang kayak gini ini
bikin males ke mushala kalau dapetnya malah rumpita ibu-ibu rumah tangga”
“ Halaaah.. itu tadi yang ngomong
baru Buk Rod, Lagian mas Angga juga belum tentu mau sama sampean!”
“Hmmmmmmmhhhhh ( tarik nafas
panjang , GR itu sederhana ) . tapi mang boleh GR gak ya? dulu SMP ada temannya mas Angga bilang kalau suka sama saya, dan saya masih hewah-heweh, eh itu kan SMP terus yang bilang temennya lagi , ini jelas tidak mbois sama sekali , eh tapi mas Angga mirip
Irwansyah.. ah sudah ah.. merusak momen puasa!! Serius ibadah ah.. lanjut
kuliaah #SkripsiManaSkripsi
Ceritanya jujur, jareku rodok di hiperbola mbois deh iku wid :D
BalasHapusaku baru belajar nulis riz, berasa anak SD banget + telat puber,, suwun riz masukannya :D
BalasHapus