Saya terlalu sering mendengar suatu alasan “Semua Karena
Cinta” yang saya ingin tanyakan “ Apa yang Kau Tahu Tentang Cinta? ” . Hanya
sebuah ungkapan yang kalian dapatkan dari kutipan para pujangga? salah satu judul sebuah lagu? atau mungkin
sebuah tulisan dibalik kemasan permen KISS?
“Apakah yang Kau Tahu Tentang Cinta?” pertanyaan terebut
tidak hanya untuk kalian, lebih saya tujukan untuk diri saya sendiri. Sedangkan
bagi saya sendiri cinta belum dinamakan cinta bila belum memiliki. Saya sering
tidak sependapat dengan ungkapan klise “Cinta
tak harus memiliki” , kalau tak ingin memiliki mengapa harus mencintai? Mungkin
terdengar egois dan memaksa, tetapi itu yang saya rasakan, jika saya sudah
mencintai sesuatu, rasa harus memiliki itu ada, maka saya tidak akan mengambil
resiko sakit hati jika saya tidak akan memilikinya saya tidak akan mencintainya.
Dari situ saya berfikir serius untuk apa saja yang saya putuskan , saya
mencintai sesuatu itu atau tidak, saya ingin memiliki sesuatu itu atau tidak.
Saya juga pernah merasakan hal yang mungkin bisa disebut
cinta ke lawan jenis, hanya pada satu laki-laki ( semoga saya bisa memiliki, Amin). Apakah saya katakan kepadanya? Apakah
saya pacaran sama dia? Jawabannya TIDAK dan Apakah ada kemungkinan saya menikah
dengannya? InsyaALLAH AMIN.
Mengapa tidak diungkapkan? Atau mengapa dia tidak mengungkapkan? Karena satu kata pun tak ada yang mampu mewakili rasa itu, bagi saya “cinta itu tidak untuk diungkap lewat kata, cukup rasa yang mengerti segalanya”. Saya yakin jika sudah tepat pada waktunya maka suatu kehalalan yang akan mempersatukannya. Tersirat prinsip tidak pacaran dari apa yang saya ungkapkan kah? Bisa dibilang seperti itu, karena PACARAN bukan akhir dari JAWABAN.
Saya juga punya cinta, yang saya sebut cinta dalam diam, ada
keseruan dalam rasa yang terpendam. Karena sesuatu yang sudah diungkapkan
sering tidak menjadi suatu hal yang bikin penasaran, bukti bahwa banyak dua
sejoli bercerita, kalau pacaran serunya hanya saat PDKT saja, tapi mudah-mudahan
kalau sudah nikah tidak mengungkapkan serunya hanya saat PACARAN saja ( voice
in the head ).
Saya tidak berani mengambil resiko mencintai banyak orang
dengan mencoba pacaran, kemudian putus, ganti lagi pacaran sama yang lain (
kalau ABG sih OK ), nah kalau saya? Bukankah jika demikian halnya pertanda hati
saya terlalu mudah untuk dijajah? Apakah pacaran tidak butuh hati? Siap disakiti
berkali-kali?
Kita tidak bisa menyegerakan apa yang Allah SWT tunda, dan
kitapun tidak bisa menunda apa yang Allah SWT segerakan, semua akan indah pada
waktunya. Memang perkara jodoh atau tidak jodoh itu hanya Allah yang tahu, maka
jangan sok tahu dengan usia yang muda dan masih banyak impian yang dicari,
menjadikan kita sok tahu jodoh kita. Kerjakan apa yang semestinya kita
kerjakan, saya berfikir tujuan manusia adalah keridloan Tuhan, bukan pujian
manusia, pujaan manusia maka senantiasa menemukan keikhlasan untuk melakukan
hal itu.
Saya bukan tidak setuju dengan yang pacaran tapi kalaupun pacaran buruan nikah , hehee.. klu belum keburu ya jangan pacaran dulu ( ngomong ke diri sendiri )
Ada banyak harapan dari cinta, seorang yang baik akan
mendapatkan seseorang yang baik pula, maka saya pun akan memperbaiki diri untuk
mendapatkan orang yang baik untuk saya. Jika memiliki niat untuk mencintai dan
memiliki seseorang, memperbaiki niat itu penting, karena atas niat baik
hamba-NYA Allah SWT tidak hanya mengabulkannya, tapi Allah SWT pun
memfasilitasinya.
Sampai sekarang hal yang saya tahu cinta itu Ummi, Abah..
dan insyaAllah saya mengingat pesan-pesannya

Itu yang saya tahu tentang cinta di #RamadhanBercerita4 teman-teman..
Maaf kalau ada salah kata, karena kesempurnaan hanya
milik-NYA, kesalahan milik setan.. jadi saya gak salah kan?
Terimakasiiihhh.. besok ketemu di #RamadhanBercerita5
InsyaAllah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar